Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nelayan Perahu Dan Jaringnya Tersangkut Pada Tongkang Tersangkut Baling-Baling, Tumpah Kedalam Laut

Foto:
Media Ganesha | Informasi: Wawan

Media Ganesha - Nelayan Perahu Dan Jaringnya Tersangkut Pada Tongkang Tersangkut Baling-Baling, Tumpah Kedalam Laut, Telah terjadi insiden terbaiknya TONGKANG BINTAN I milik Perusahaan yang ditarik atau ditonda oleh TUG BOAT AA 3 Berbendera INDONESIA dari Pelabuhan MARUNDA Sampai JAKARTA dengan tujuan Pelabuhan 
SANGATA – KALTIM, Bermuatan :

a. Besi Ulir ton
b. Besi WF ton
c. Besi Plat ton
Menurut informasi dari Crew Kapal (ABK) dan Bpk. MANAEK BUTAR BUTAR (Pemilik 
TUG BOAT) dan GAWADI ILMIA PUTRA, S.E (Mengaku perwakilan pemilik barang) Sebelum tenggelamnya TONGKANG BINTAN I, di Perairan TABONEO Sampai BANJARMASIN Samapi KALTENG, 
tongkang tersebut mengalami kemiringan akibat kebocoran pada tongkang.

Ketika kemiringan semakin parah dan akibat hempasan ombak maka muatan (Besi) tumpah kedalam laut, namun tongkang masih sempat ditarik oleh TUG BOAT AA I yang dinahkodai oleh Capten ADI SAPUTRA, untuk dikandaskan ke pantai terdekat dan pada kedalaman sekitar 7 Meter akhirnya tongkang tersebut kandas.

Hari Kamis, 7 September 2023 Nelayan Pantai Takisung (Madi & Akhmad Fajar) dengan masing-masing perahu Nelayannya pada jam 05.00 WITA berniat seperti biasa untuk mencari ikan 
dengan alat tangkap yang berupa Jaring Trawl, kurang lebih sekijtar jam 11.30 ketika mereka hendak pulang dari melaut tiba-tiba jaring Akhmad Fajar tersangkut tongkang yang mengakibatkan kerusakan 
parah pada jaringnya dan Madi pun tersangkut baling-baling perahunya pada tali toing tongkang yang menyebabkan kerusakan pada mesin perahu Madi.

Sehingga mereka tidak dapat melaut untuk menangkap ikan, sudah barang tentu kerugian materi menimpa mereka dan keluarganya, kami sebagai Perusahaan yang bergerak dibidang Jasa dari 9 Izin KBLI yang kami kantongi, pada hari Minggu, 1 Oktober 2023 mendapat tawaran kerja dari rekanan kami yaitu Bpk. H. SYAFI’I untuk menjadi MEDIATOR proyek pengangkatan Besi dari dasar laut Toboneo Banjarmasin Kalteng, Pada tanggal 2 Oktober 2023, berangkatlah Bpk. H. MAD HADI ke Banjarmasin bersama 
rekanannya yaitu Bpk. H. SYAFI’I untuk mencari DATA dan FAKTA terkait keabsahan dan legalitas tongkang dan barang (Besi) yang menjadi objek pekerjaan.

Sesuai informasi dari Mediator yang bernama JUMADI, sehingga terjadilah pertemuan Antara Bpk. H. SYAFI’I, Bpk. H. MAD HADI dan Bpk. GAWADI ILMIA PUTRA, S.E (yang mengaku/mewakilkan pemilik barang) dan MANAEK BUTAR BUTAR (selaku pemilik TUG BOAT) Jumat, 6 Oktpber 2023, kami bertemu GAWADI ILMIA PUTRA, S.E (mengaku sebagai pemilik TUG BOAT AA 03) dan ADI SAPUTRA sebagai Nahkoda TUG BOAT AA 03, dari Nahkoda ADI SAPUTRA.

Kami dapat informasi terkait tenggelamnya TB BINTAN I sehingga 
kami dapati juga TITIK KOORDINAT keberadaan tongkang dan muatannya. Sebelum kedatangan kami, 2 Oktober 2023 GAWADI ILMIA PUTRA, S.E telah membuat SURAT PERJANJIAN JUAL BELI, antara GAWADI ILMIA PUTRA, S.E (Direktur PT KLI) dengan ABDUL KARIM (Pembeli) tertanggal 1 Oktober 2023 bermaterai Rp 10.000 ditanda tangani.

Sabtu, 7 Oktober 2023 jam 19.30 WITA, setelah mendapatkan cerita dari para Nelayan Pantai Takisung, bahwa ada beberapa Nelayan yang perahu dan jaringnya tersangkut pada tongkang, 
kemudian kami memanggilnya dan sepakat untuk bersama membuktikan kebenaran cerita Nelayan terkait TONGKANG BINTAN I yang hanyut beberapa mile dari tempat.

Dikandaskannya. Pada hari itu juga (Sabtu-red) kami mengadakan pertemuan kepada para Nelayan (Akhmad Fajar & Madi) disaksikan oleh tokoh masyarakat (Bpk. Ahmad) kami bersepakat untuk mencari keberadaan tongkang TB BINTAN I dan muatannya (Besi) Minggu, 8 Oktober 2023, sesuai laporan Nelayan Pantai Takisung kepada kami (TEAM GERAKAN JALAN LURUS/GJL) dan kesepakatann bersama dengan para Nelayan Pantai Takisung, maka di hari Minggu jam 08.00 WITA kami bergerak menyusuri TITIK KOORDINAT keberadaan tongkang, tanpa ada hambatan apapun sekitar jam 09.00 kami dapat menemukan TONGKANG BINTAN I tersebut diperairan Toboneo dengan jarak tempuh kurang lebih 5,80 mile laut di kedalaman 7 Meter, dan kami abadikan.